Marhaban Ya ramadhan

Pusat Penjualan Alat-alat Uji, Pengukuran, Alat Laboratorium, Online Monitoring System, Alat Inspeksi, Alat Preventive Maintenance, Alat riset dan Pengembangan, Alat dan Instrument NDT, Alat NDT ( Non destructive Test) , dll.

Alat Uji (KLIK Banner)

Pusat Penjualan Alat-alat Uji, Pengukuran, Alat Laboratorium, Online Monitoring System, Alat Inspeksi, Alat Preventive Maintenance, Alat riset dan Pengembangan, Alat dan Instrument NDT, Alat NDT ( Non destructive Test) , dll.

Metal Detector Indonesia (KLIK Banner)

Metal Detector Indonesia menyediakan Bermacam macam metal detector untuk berbagai macam keperluan industri. Pusat Penjualan Alat-alat Uji, Pengukuran, Alat Laboratorium, Online Monitoring System, Alat Inspeksi, Alat Preventive Maintenance, Alat riset dan Pengembangan, Alat dan Instrument NDT, Alat NDT ( Non destructive Test) , dll.

Toko Alat Labor (KLIK Banner)

Menyediakan peralatan Laboratorium dan peralatan pendidikan sains untuk jenjang pendidikan dan pengajaran.Toko Alat Labor telah dipercaya oleh perusahaan nasional baik pemerintah maupun swasta dalam mengatasi kebutuhan akan peralatan Laboratorium.

anm.co.id (KLIK BANNER)

PT Anugrah Niaga Mandiri adalah Toko Alat Laboratorium lengkap. Menyediakan segala jenis peralatan laboratorium untuk jenjang pendidikan dan penelitian ilmiah.

Timbangan Indonesia (KLIK BANNER)

timbangan indonesia adalah tempat penjualan segala macam timbangan.

Tampilkan postingan dengan label news. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label news. Tampilkan semua postingan

Selasa, 20 Januari 2015

fungsi koil


fungsi koil

fungsi koil pada sistem pengapian kendaraan sangat sederhana, yaitu menaikkan tegangan listrik dari aki yang cuma 12 volt, menjadi ribuan volt. Arus listrik yang besar ini disalurkan ke busi, sehingga busi mampu meletikkan pijaran bunga api.



Fungsi Koil
fungsi koil pada sistem pengapian kendaraan sangat sederhana, yaitu menaikkan tegangan listrik dari aki yang cuma 12 volt, menjadi ribuan volt. Arus listrik yang besar ini disalurkan ke busi, sehingga busi mampu meletikkan pijaran bunga api.
Yang biasa disebut sebagai “koil racing”, adalah koil yang mampu menghasilkan tegangan listrik jauh lebih besar ketimbang koil standar. Apabila koil standar rata-rata menghasilkan tegangan antara 12 ribu hingga 15 ribu volt, maka koil racing bisa menghasilkan tegangan antara 60 ribu hingga 90 ribu volt.
Tentu saja, dengan tegangan listrik yang lebih besar itu, maka busi dapat menghasilkan pijaran api yang juga lebih besar. Hasilnya adalah pembakaran yang lebih sempurna.
Namun yang harus diingat adalah, tegangan besar bukan satu- satunya faktor penentu kualitas koil.
Koil yang baik adalah koil yang mampu menghasilkan tegangan listrik relatif besar dan stabil pada hampir seluruh putaran mesin. Karena itu setelah menghasilkan tegangan maksimal pada putaran mesin tertentu, kurva tidak boleh menukik terlalu tajam. Kurva yang menukik terlalu banyak, menunjukkan kinerja yang buruk pada putaran (RPM) tinggi. Padahal pada RPM tinggi justru dibutuhkan pembakaran yang baik.






Secara konstruksi ingnition coil terdiri atas :

Terminal positif : Bagian dari coil yang dihubungkan dengan kabel yang mendapat arus listrik positif , untuk rangkaian pada mobil terminal positif dihubungkan dengan kabel ke sekering.
Terminal negatif : Bagian dari coil yang di hubungkan dengan kabel menuju ke distributor ( untuk sistem pengapian pada mobil )
Kumparan sekunder : bagian dari coil yang berupa lilitan kabel yang jumlah lilitannya lebih banyak daripada kumparan primer.
Kumparan primer adalah : bagian dari coil yang berupa lilitan kabel yang jumlah lilitannya lebih sedikit daripada kumparan sekunder.
Sekunder terminal adalah bagian dari coil yang dihubungkan dengan kabel tegangan tinggi ke distributor ( untuk mobil ) . Sedangkan untuk sepeda motor sekunder terminal berupa kabel hitam yang besar yang dihubungkan langsung ke busi.





Cara Kerja koil





Cara kerja coil yang saya di bahas berikut ini adalah pada rangkaian sistem pengapian pada mobil dengan menggunakan platina :
Pada saat arus listrik mengalir ke terminal positif, maka lilitan primer akan dialiri arus listrik. Hal ini akan menyebabkan kemagnetan pada lilitan primer. Arus listrik akan mengalir dari lilitan primer menuju terminal negatif.
Pada saat platina membuka , maka hubungan antara terminal negatif ke massa akan terputus. Arus listrik dari terminal positif tidak akan mengalir ke lilitan primer. Hal ini akan mengakibatkan kemagnetan pada lillitan primer menjadi hilang. Dengan hilangnya kemagnetan pada lilitan primer , maka timbullah induksi pada lilitan sekunder. Di mana pada lilitan sekunder akan menghasilkan listrik dengan tegangan yang sangat tinggi. Listrik yang dihasilkan pada lilitan sekunder ini akan dialirkan ke terminal sekunder untuk diteruskan ke kabel tegangan tinggi.

Untuk pengapian dengan CDI , cara kerja coil tetap sama. Yang pada prinsipnya yaitu menimbulkan induksi pada lilitan sekunder , sehingga terjadi listrik pada lilitan sekunder dengan tegangan yang sangat tinggi.

Demikianlah penjelasan saya mengenai coil secara konstruksi dan cara kerjanya. Semoga artikel ini dapat menambah wawasan

Baling-baling

Baling-baling



Baling-baling (propeller) adalah Alat untuk menghasilkan gaya dorong yang sekarang paling banyak dipakai
Baling-baling diputar dengan poros yang digerakkan oleh penggerak utama dalam Kamar Mesin

Jenis baling-baling
• Baling-baling dengan daun tetap terbuka (fixed pitch propeller)
• Baling-baling dengan daun tetap dengan selubung (nozzle)
• Baling-baling dengan daun dapat diputar (controllable pitch propeller)
• Selain itu masih ada alat-alat pendorong yang lain

Merancang baling-baling

Ada beberapa cara untuk merancang baling-baling

Melakukan uji coba model baling-baling di terowongan kavitasi (cavitation tunnel)
Memakai hasil seri model (puluhan model baling-baling ditarik pada berbagai kecepatan dll) dalam bentuk grafik
Memakai rumus pendekatan yang didapat dari statistik (dengan regresi)
Memakai perhitungan Computational Fluid Dynamics (CFD)


Kerugian (losses)


Tidak semua gaya dorong yang dihasilkan oleh baling-baling, terpakai untuk mendorong kapal karena ada kerugian pada baling-baling
Poros baling-baling mempunyai bantalan dan pengedap (seal) yang juga mengakibatkan kerugian karena gesekan
Tidak semua enersi hasil pembakaran bahan bakar diubah menjadi daya pada poros keluaran penggerak utama



Cavitation

Jika perancangan baling-baling tidak benar, akan terjadi kavitasi yaitu terbentuknya gelembung uap air

yang dapat mengakibatkan berkurangnya gaya dorong yng dihasilkan baling-baling
dan dapat merusak baling-baling

Senin, 19 Januari 2015

10 Penemuan Teknologi Tercanggih

10 Penemuan Teknologi Tercanggih


10 Penemuan Teknologi Tercanggih Tahun 2013- Infounik-pintar kembali akan membahas tentang teknologi masa depan yang sudah diciptakan baru-baru ini. Tidak bisa dipungkiri kemajuan teknologi yang pesat membuat segala kebutuhan menjadi mudah terpenuhi.

Para ilmuan pun sudah banyak menciptakan teknologi canggih yang ramah lingkungan. Memang dari sekian banyak teknologi canggih yang akan berkembang, mungkin inilah yang paling cerdas. Sebuah teknologi yang akan diciptakan kali ini dikhususkan bagi mereka yang mengalami kekurangan pada pendengaran dan pengelihatan. Yup, Braille Touch merupakan aplikasi SMS yang diciptakan dengan konsep seperti tulisan Braille. Sehingga kini mereka yang mengalami ketidakmampuan dalam melihat juga mampu mengirim pesan singkat pada ponsel mereka. ">perkembangan teknologi di dunia sedang marak beredar. Berikut 10 Penemuan Teknologi Tercanggih Tahun 2013 :

10. Senjata Pembungkam

Senjata Pembungkam

Penemu asal Jepang berhasil menemukan sebuah alat pembungkam suara manusia. Mereka adalah Kazukata Kurihara dan Koji Tsukada yang berhasil mengembagkan teknologi untuk meredam suara berisik manusia, mesin ini bisa berkeja dari jarak 90 kaki. Jadi jika ada tetangga anda yang berisik, mungkin alat ini akan sangat berguna.

9. Sarung Tangan Orang Bisu


Sarung Tangan Orang Bisu

Para mahasiswa di Ukraina berhasil mengembangkan sarung tangan dengan sensor elektronik yang dapat mengubah gerakan tangan menjadi audio vokal lewat ponsel cerdas. Perangkat bernama EnableTalk memiliki ongkos produksi sebesar £50, serta siap mengubah hidup 40 juta orang bisu di dunia.

8. Awan Dalam Ruangan


Awan Dalam Ruangan

Menatap awan di langit mungkin hal yang biasa, tapi apa jadinya kalau awan ada di dalam rumah pastinya gak biasa bukan? Seorang penemu dari Belanda bernama Berndnaut Smilde, memiliki cara untuk mengontrol cuaca di dalam ruangan. Dengan mesin asap, dia mengakali temperatur dan intensitas cahaya sehingga terbentuklah awan di dalam ruangan.

7. TheEye Tribe

The Eye Tribe

Teknologi asal Denmark ini memungkinkan JBers engendalikan ponsel cerdas atau tablet melalui gerakan mata. Alat ini menggunakan cahaya infra merah yang dipantulkan dari pupil mata ke perangkat.

6. Semprotan Mabuk

Semprotan Mabuk

Penemuan ini tentunya merupakan kabar baik bagi para alkoholik karena penemu asal Perancis Philippe Starck dan asal Amerika David Edwards berhasil menciptakan sebuah alat yang akan membuat anda mabuk dengan seketika, alat ini bernama Wahh Quantum Sensations.

5. Printer Coklat 3D

Printer Coklat

Inilah perangkat yang paling ditunggu mereka yang suka cokelat. Sebuah tim dari Universitas Exeter mengembangkan printer pertama di dunia yang memungkinkan Anda mendesain cokelat Anda sendiri.

4. Papan Catur Jarak Jauh

Papan Catur Jarak Jauh

Dengan papan catur jarak jauh ini anda dimungkinkan untuk bisa memainkan catur dengan bidak yang sesungguhnya yang bidaknya dapat digerakkan dari jarak jauh.

3. Teman Jogging Elektronis

Teman Jogging

Bagi anda yang suka jogging dan tidak memiliki teman untuk menemani anda dalam ber-jogging di pagi hari, mungkin teman jogging elektronis ini bisa dijadikan teman yang berguna. Penemu dari Australia mengembangkan teman jogging elektronik yang akan mampu terbang di samping Anda. Sensor kamera di helikopter kecil Joggobot diprogram tetap pada kaos yang digunakan.

2. Google Glass

Google Glass

Ini merupakan mimpi jadi nyata bagi para pencinta fiksi ilmiah. Sebuah komputer berprosesor canggih ditanamkan di dalam kacamata dengan lensa berfungsi sebagai monitor. Layar akan aktif saat penggunanya melihat ke arah kanan.

1. Charger Bertenaga Air

Charger Bertenaga Air

Yang terakhir ini akan sangat menguntungkan bagi para pengguna ponsel di dunia karena chargeran ponsel ini tidak menggunakan listrik tetapi hanya menggunakan air untuk mengisi daya pada ponsel. Perangkat berisi sodium ini akan mengubah air menjadi hidrogen serta menjadikannya tenaga melalui reaksi kimia.

Kamis, 15 Januari 2015

Perkembangan Transportasi dari zaman ke zaman

Perkembangan Transportasi dari zaman ke zaman

Teknologi. Perkembangan transportasi di Indonesia tidak dapat dilepaskan dari perubahan-perubahan besar dalam teknologi transportasi dunia. Pengaruh teknologi dalam bidang transportasi di Indonesia di bawa oleh pemerintah kolonial Belanda dengan tujuan untuk mempermudah dan mempercepat proses pengawasan terhadap daerah-daerah yang jauh dari pusat kegiatan pemerintahan. Penemuan-penemuan sarana transportasi dikembangkan di Barat, dalam perkembangannya mulai diperkenalkan dan di bawa ke wilayah-wilayah koloni oleh kaum penjajah.


Seperti pembangunan jalan raya yang telah dirintis sejak zaman Gubernur Jenderal Daendels ketika berkuasa di Indonesia. Daendels membangun jalan raya pos sepanjang 1.000 km dari Anyer (Banten sampai Panarukan (Jawa Timur).


Penemuan mobil oleh Gottlieb Daimier pada tahun 1887 merupakan temuan teknologi transportasi darat yang telah mengubah sejarah transportasi dunia. Di Indonesia, mobil pada awalnya dibawa masuk oleh orang-orang Eropa pada awal abad ke-20. Kepemilikan pun lebih banyak dikuasai oleh orang-orang kaya Eropa dan terbatas di kalangan orang pribumi.


Pembangunan jalan raya dilakukan untuk membuka daerah-daerah yang terisolasi untuk menghubungkan pusat-pusat industri yang ada di seluruh wilayah Indonesia. Jalan raya yang dibangun pemerintah sampai tahun 1988 mencapai sepanjang 42.982 km.


Selama tahun 1940-an difokuskan membangun jalan raya di daerah-daerah pusat produksi dan jalan raya yang menghubungkan daerah-daerah tempat pemasaran hasil industri. Pada tahun 1993/1994 di Irian Jaya dibangun jalan raya sepanjang 152 km, dari Sulawesi sepanjang 46 km, di Kalimantan sepanjang 248 km, dan di Maluku sepanjang 23 km. Selain pembangunan jalan raya, juga dibangun jembatan-jembatan, seperti jembatan Membrano di Irian Jaya dan jembatan Barito di Kalimantan.


Selain pembangunan jalan raya, masalah transportasi darat yang tidak kalah pentingnya adalah perkembangan perkeretaapian. Jalur kereta api pertama di Indonesia dibangun pada masa Gubernur Jenderal Mr. L.A.J. Baron Sloet van den Beele.


Jalur tersebut menghubungkan desa Kemijen dengan desa Tanggung (Semarang, Jawa Tengah) sepanjang 25 km yang dibangun pada tanggal 17 Juni 1864. Pembangunan jalur kereta api ini merupakan prakarsa dari perusahaan kereta api Hindia Belanda, Naamlooze Venootschaap Nederlandsch Indische Spoorweg Maatschappij (NV NISM) yang dipimpin oleh Ir. J.P. de Bardes.


Sarana transportasi ini telah berkembang sejak masa kolonial Belanda, yaitu dengan dibangunnya jaringan kereta api di beberapa daerah di Indonesia. Pembangunan jalur kereta api juga dibangun di luar Pulau Jawa, yaitu sebagai berikut :
1. Di Sulawesi, pada tahun 1992 dibangun jalur kereta api sepanjang 47 kilometer yang menghubungkan Makassar dengan Takalar yang mulai dioperasikan pada tanggal 1 Juli 1923.
2. Di Sumatra, pembangunan jalur kereta api dilakukan di Sumatra Selatan tahun 1914, Sumatra Barat tahun 1891, Sumatra Utara tahun 1886 dan Aceh tahun 1874.


Pembangunan jalur kereta api pada masa Pendudukan Jepang dilakukan antara Bayah-Cikara (Banten) sepanjang 83 kilometer, kemudian membangun jalur Muaro-Pekanbaru sepanjang 22 km. Pembangunan jalur kereta api ini menggunakan tenaga romusa (kerja paksa) yang banyak menelan korban jiwa.


Setelah Indonesia merdeka pada tanggal 17 Agustus 1945, karyawan kereta api yang tergabung dalam Angkatan Moeda Kereta Api (AMKA) mengambil alih perusahaan perkeretaapian dari pihak Jepang pada tanggal 28 September 1945. Peristiwa tersebut kemudian diperingati sebagai Hari Kereta Api Indonesia. Pada peristiwa tersebut ditandai dengan pembentukan Djawatan Kereta Api Repoeblik Indonesia (DKRI).


Nama perusahaan kereta api Indonesia telah berubah berkali-kali, dari Perusahaan Negara Kereta Api (PNKA tanggal 25 Mei 1963), Perusahaan Jawatan Kereta Api (PJKA, tanggal 15 September 1971), Perusahaan Umum Kereta Api (Perumka, tanggal 2 Januari 1991), PT (Persero) Kereta Api Indonesia (PT KAI, tanggal 1 Juni 1999).


Sarana transportasi darat ini paling banyak diminati karena relatif murah, cepat dan mudah dijangkau. Berikut ini adalah upaya-upaya yang dilakukan pemerintah untuk meningkatkan sarana transportasi darat.
1. Pemeliharaan rehabilitasi jalan raya yang sudah ada.
2. Membangun jalan tol dan jalan layang, ringroad.
3. Pembangunan jalan kereta api.
4. Rehabilitasi infrastruktur dan penyediaan tambahan perlengkapan operasional jalan kereta api.
5. Pengadaan kereta api lebih modern, seperti Argo Bromo dan Argo Gede.

Generator Listrik

Generator


Generator ini tidak menggunakan “komutator” (yaitu semacam cincin yg dibagi dua yg menjadikan keluarannya DC), maka outputnya adalah AC yang langsung dihubungkan ke lampu. Lampu tidak akan putus selama tegangannya sesuai.

Bahan-bahan:

4 bh ceramic magnet (1cm x 2cm x 5cm) atau magnet bentuk lain selain magnet bekas speaker

100 gr / 1ons kawat email uk 0.1mm (ada juga yg lebih tipis lagi)

1bh lampu mini, 1.5V/25mA atau lampu LED

1lb kardus bekas (atau plexiglas/triplex tipis), 8cm x 30cm

1bh paku, minimal 8cm panjangnya

ampelas untuk membersihkan lapisan email kawat

selotip untuk membungkus gulungan kawat

Optional: bor listrik kecil untuk memutar rotornya

Peringatan!

Jauhkan magnet dari semua peralatan elektronik (pc, hp, tv, vcd, piringan cakram, kartu kredit, dsb) karena akan merusak.

Box rumah generator:

Buatlah garis seperti dibawah ini pada kardus. Tentukan titik tengahnya (utk lubang paku nantinya).


Catatan: Bila boxnya dari plexiglas/triplex, jangan membuatnya lebih besar dari gambar diatas. Gulungan kawat harus sedekat mungkin dengan putaran magnet agar hasilnya maximal. Jadi buatlah sesuai panjang dan lebar magnet.

Selanjutnya lipatlah menurut garis sehingga berbentuk kotak, dan rekatkan dengan selotip. Garis tengahnya harus berada disisi luar agar mudah ditusuk dg paku.


Tusuklah paku di garis tengah kotak hingga tembus kebelakang. Jangan sampai lubangnya kebesaran, asal pakunya dapat bebas berputar sudah cukup. Cabut kembali pakunya.

Menggulung kawat email:

Ambil kawat email. Setelah dilebihkan 10 cm, rekatkan kawat ditengah box dengan selotip lalu mulailah menggulung. Dari tengah terus kebawah/atas, lalu naik lagi hingga keatas/bawah, dst., hingga kawat tersisa 10 cm (kalau bisa posisinya juga ada ditengah). Tidak mengapa bila lubang paku tertutup. Sambil tetap memegang ujung kawat, bungkus gulungan dengan selotip agar tidak terurai, tapi jangan sampai lubang paku ikut terbungkus. Bersihkan lapisan (yg berwarna kuning) kedua kawat 2cm (boleh lebih) dari ujungnya dengan ampelas sekeliling. Dengan hati2 renggangkan gulungan kawat yg menutupi lubang hingga paku dapat masuk., dan pastikan paku dapat berputar bebas.


Menempatkan magnet.

Dari 4 magnet jadikan 2 pasang (masing2 saling menempel dg pasangannya). Tempelkanlah kedua pasang magnet tsb di paku (didalam box) memanjang kesamping (berbentuk palang). Atur posisi kedua pasang magnet itu sama dan seimbang., lalu coba putar pakunya (selanjutnya disebut rotor) hingga bebas berputar. Boleh sisipkan ruang kosong diantara pasangan magnet tsb dg kardus sehingga lebih kokoh. Boleh juga magnet2 itu dililit dg selotip agar tidak terlepas dari paku.


Menyambung ke lampu.

Pastikanlah tiap ujung kawat bersih dari lapisannya supaya arus yg lewat dapat bebas mengalir untuk menyalakan lampu, nantinya.


Lilitkan ujung2 kawat generator ke kawat2 lampu, dan jauhkan, agar tidak terjadi hubungan pendek.

Test generator.

Putarlah rotor bertahap dari lambat hingga mampu menyalakan lampu dg terang. Bila telah diketahui seberapa kencang putarannya sampai lampu menyala terang, maka jadikanlah patokan. Sebab bila melebihi maka lampu akan putus/terbakar. Perhatikan juga apakah magnet bergesekan tidak dengan boxnya, baik sewaktu diputar kencang maupun setelah melambat, karena akan mengurangi putaran juga. Terang atau redupnya lampu ditentukan oleh seberapa cepat putaran magnetnya, dan seberapa dekat jarak magnet dg gulungannya.

Bila ternyata lampu tetap redup walau telah diputar sekencangnya (apakah juga sama sewaktu diputar dg bor listrik mini) maka mau tidak mau harus ditambah gulungan kawatnya. Caranya tinggal sambung/lilit saja ujung kawat akhirnya dengan yg baru (yg sudah bersih dari lapisan email)lalu gulung dg arah yg sama lagi. Generator ini minimal harus dapat menghasilkan tegangan 2V supaya lampu dapat menyala.

Bila anda bermaksud ingin mengetahui seberapa besar tegangannya bila diputar sekencang-kencangnya, maka tambahkan satu lampu lagi yg disambung secara seri (ujung lampu 1 dg ujung lampu 2, ujung lampu 2 dg ujung generator). Masih juga sanggup menyalakan kedua lampu, tambahkan kembali lampu yg ketiga, demikian seterusnya, hingga lampu yg terakhir tidak menyala walau rotor telah diputar paling kencang.

Catatan.

Berat atau ringannya rotor diputar tergantung dari bebannya. Bila ternyata dg lampu mini tsb rotor terasa berat/keras diputar, maka gantilah dengan lampu LED (ada yg berwarna merah, kuning, hijau dan putih). Led putih dpt menyala dg tegangan 2-5V, led yg lain max 3V.

Menjadikan motor.

Salah satu kawat keluaran generator sambungkan ke ( + ) batere 6V (4x AA), kawat yg lain sentuhkan ke (- ) nya, maka generator ini berubah menjadi motor! Untuk merubah arah putaran, + /- tinggal dibalik.

Merubah tegangan AC menjadi DC.

Cara yg termudah adalah dg menggunakan 4 buah diode (type IN4001 umum, tapi sayangnya arus berkurang hingga ¾ dr keluaran generator. Pilihan lain adalah IN5819, Cuma agak jarang dipasaran).

Rabu, 14 Januari 2015

Cara Kerja Mesin Jet



Cara Kerja Mesin Jet 

Mesin jet adalah alat yang sangat penting bagi sebuah pesawat jet. bagian ini sudah seperti jantung yang ada pada manusia yang menopang kelangsungan hidup pesawat jet tersebut. apabila mesin jet tersebut mengalami kerusakan maka pesawat jet dapat dipastikan akan terancam kelangsungan hidupnya. hal ini disebabkan pada mesin jet menyediakan fungsi sistem internal yang ada pada pesawat terbang tersebut. 
Mesin jet pesawat bergerak maju dengan kekuatan besar yang dihasilkan oleh dorongan yang luar biasa dan menyebabkan pesawat untuk terbang sangat cepat.
Semua mesin jet, yang juga disebut turbin gas , bekerja pada prinsip yang sama. Mesin mengisap udara di di depan dengan kipas angin. Sebuah kompresor menaikkan tekanan udara. Kompresor terdiri dari kipas dengan pisau banyak dan melekat pada poros. Pisau memampatkan udara. Udara dikompresi kemudian disemprot dengan bahan bakar dan lampu percikan listrik campuran. Gas-gas pembakaran memperluas dan ledakan keluar melalui bagian belakang mesin. ketika gas pada mesin menembak mundur, mesin dan pesawat akan melaju kedepan ke depan.



Gambaran udara yang mengalir pada mesin jet



Gambar di samping menunjukkan bagaimana udara mengalir melalui mesin. Udara berjalan melalui inti mesin serta sekitar inti. Hal ini menyebabkan beberapa udara menjadi sangat panas dan yang lainnya menjadi dingin. Udara dingin kemudian bercampur dengan udara panas di daerah keluar mesin.
Sebuah mesin jet beroperasi pada penerapan Sir Isaac Newton hukum ketiga fisika: untuk setiap tindakan ada reaksi yang sama dan berlawanan. Ini disebut gaya dorong. Hukum ini ditunjukkan secara sederhana dengan melepaskan balon, dan udara keluar mendorong balon ke arah yang berlawanan. Dalam mesin turbojet dasar, udara masuk dari kipas bagiane depan dan mampatkan, kemudian dipaksa masuk ke ruang pembakaran dimana bahan bakar disemprotkan ke dalamnya dan kemudian dinyalakan. Gas terbakar dengan cepat dan keluar melalui belakang ruang pembakaran. Gas-gas ini mengerahkan kekuatan yang sama ke segala arah, memberikan dorongan ke depan saat udara bergerak ke belakang. Ketika gas meninggalkan mesin, udara melewati serangkaian kipas seperti pisau (turbin) yang memutar pada poros turbin. Daya dorong mesin dapat ditingkatkan dengan penambahan bagian afterburner di mana bahan bakar ekstra disemprotkan ke gas yang membakar untuk memberikan dorongan tambahan. Pada sekitar 400 mph, satu pon dorong sama dengan satu tenaga kuda, tetapi pada kecepatan yang lebih tinggi meningkatkan rasio ini dan satu pon dorong lebih besar dari satu tenaga kuda. Pada kecepatan kurang dari 400 mph, rasio ini menurun.

Proses dapat digambarkan oleh diagram berikut yang diadopsi dari situs web Rolls Royce, produsen mesin jet yang populer.




Proses ini adalah inti dari bagaimana mesin jet bekerja, tapi bagaimana tepatnya melakukan sesuatu seperti kompresi (memeras) terjadi? Untuk mengetahui lebih lanjut tentang masing-masing empat langkah dalam penciptaan dorong oleh mesin jet, lihat di bawah.

SUCK
Mesin menyebalkan di volume besar udara melalui tahap kipas dan kompresor. Mesin jet komersial khas yang diperlukan dalam 1.2 ton udara per detik selama lepas landas-dengan kata lain, itu bisa kosong udara dalam labu pengadilan dalam waktu kurang dari satu detik. Mekanisme yang mesin jet menyebalkan di udara adalah sebagian besar bagian dari tahap kompresi. Dalam banyak mesin kompresor bertanggung jawab untuk kedua mengisap di udara dan mengompresi itu. Beberapa mesin memiliki kipas tambahan yang bukan merupakan bagian dari kompresor untuk menarik udara tambahan ke dalam sistem. Kipas adalah komponen paling kiri dari mesin yang digambarkan di atas.

MENEKAN
Selain menarik udara ke dalam mesin, kompresor juga pressurizes udara dan memberikan ke ruang pembakaran. Kompresor ditunjukkan pada gambar di atas hanya di sebelah kiri api di ruang pembakaran dan di sebelah kanan dari kipas angin. Kipas kompresi yang didorong dari turbin oleh poros (turbin pada gilirannya didorong oleh udara yang meninggalkan mesin). Kompresor dapat mencapai rasio kompresi lebih dari 40: 1, yang berarti bahwa tekanan udara di ujung kompresor lebih dari 40 kali dari udara yang masuk kompresor. Pada kekuatan penuh memutar baling-baling kompresor khas jet komersial di 1000mph (1600kph) dan mengambil dalam 2600lb (1200kg) dari udara per detik.

Sekarang kita akan membahas bagaimana kompresor sebenarnya memampatkan udara.

Sebagai dapat dilihat dalam gambar di atas, kipas-kipas hijau yang menyusun kompresor berangsur-angsur mendapatkan lebih kecil dan lebih kecil, sebagai tidak rongga yang melaluinya udara harus perjalanan. Udara harus terus bergerak ke kanan, menuju ruang pembakaran mesin, karena kipas berputar dan mendorong udara arah itu. Hasilnya adalah suatu jumlah udara yang bergerak dari ruang yang lebih besar ke yang lebih kecil, dan dengan demikian meningkatkan tekanan. 

BANG
Di ruang pembakaran, bahan bakar dicampur dengan udara menghasilkan bang, yang bertanggung jawab untuk ekspansi yang memaksa udara ke dalam turbin. Di dalam mesin jet komersial khas, bahan bakar luka bakar di ruang pembakaran pada sampai 2000 derajat Celcius. Suhu di mana logam dalam bagian ini mesin mulai mencair adalah 1300 derajat Celsius, sehingga teknik-teknik canggih pendingin harus digunakan.

Prinsip Kerja ROKET
Prinsip kerja roket mirip dengan prinsip terdorongnya balon mainan. Sebuah roket mengandung tangki yang berisi bahan hidrogen cair dan oksigen cair. Kedua bahan bakar ini dicampur dalam ruang pembakaran sehinga terjadi pembakaran yang menghasilkan gas panas yang akan menyembur keluar melalui mulut pipa yang terletak pada ekor roket. Terjadi perubahan momentum gas dari nol (0) menjadi mv selama selang waktu tertentu (∆t). Ini menghasilkan gaya yang dikerjakan roket pada gas (sesuai dengan persamaan F=∆p/∆t,gaya yang bekerja pada suatu benda sama dengan perubahan momentum benda per satuan waktu ) dengan arah kebawah. sesuai hukum III Newton, timbul reaksi gaya yang dikerjakan gas pada roket, yang besarnya sama tetapi arahnya berlawanan yaitu ke atas. Jadi, gas akan mengerjakan gaya ke atas pada roket sehingga roket akan terdorong ke atas.
Asumsikan ketika t=0, roket diam sehingga massa roket ditambah massa bahan bakar adalah m, setelah ∆t, roket telah membakar sebesar ∆m bahan bakar sehingga kecepatan roket bertambah sebesar ∆v dan ∆v akan terus bertambah besar terhadap t dan gas hasil pembakaran memiliki kecepatan keluar sebesar -u konstan.

sehingga untuk roket (momentum roket)
P1=0
P2= (m-∆m)∆v
maka
F-(m-∆m)g=(m-∆m)∆v/∆t........(1)

untuk gas yang keluar dari roket dengan massa ∆m (momentum gas)
P1=0
P2=-(∆m)u
maka
-(F+(∆m)g)=-(∆m)u/∆t
F=((∆m)u/∆t)-((∆m)g)
untuk lim ∆t →0, maka ∆m→0 juga, maka suku (∆m)g bisa kita abaikan terhadap suku lainnya, sehingga persamaan diatas menjadi
F=(u)(dm/dt)........(2)
dengan dm/dt adalah laju pembakaran bahan bakar dan persamaan diatas merupakan persamaan gaya dorong roket

sekarang lihat persamaan 1
F-(m-∆m)g=(m-∆m)∆v/∆t
F-(m-∆m)g=(m∆v/∆t)-(∆m∆v/∆t)
untuk lim ∆t →0, maka ∆m→0 juga dan ∆v→0 juga, maka suku (∆m∆v/∆t) dan (∆m)g bisa kita abaikan terhadap suku lainnya, sehingga persamaan diatas menjadi
F-mg=(m.dv/dt)
(u)(dm/dt)-mg=(m.dv/dt)
(u)(dm/dt(m))-g=(dv/dt)
sehingga untuk mendapatkan kecepatan roket ketika t maka kita integralkan persamaan diatas dari t=o sampai t dan dari m sampai m saat t
∫(u)(dm/(m))-∫g.dt= ∫ (dv)
(u)ln(mawal/makhir)-gt=vt.....(3)
Persamaan 3 merupakan persamaan untuk kecepatan roket ketika waktu t dengan syarat V0=0 dan tawal=0
Jika kita mengasumsikan V0≠0 dan tawal≠0, maka persamaan 3 akan menjadi
(u)ln(mawal/makhir)-(gt2-gt1)=vt-v0.....(4)
Inilah persamaan umum untuk kecepatan roket dengan syarat u haruslah harga mutlak, karena saat awal kita sudah memasukkan u negatif, maka pada rumus umum, u harus harga mutlak.

Selasa, 13 Januari 2015

Mesin Mobil Tank

Mesin Mobil Tank




Bila terkena panas tinggi, tangki diesel bukan penggunaan diesel terbakar umum. Misalnya, tangki bahan bakar dibuang tentang tank Merkava Israel, Tim, pada kenyataannya, itu adalah desain dari sejumlah seperti perlindungan lapis kedua. Selain itu, mesin diesel lebih ekonomis dan lainnya kekurangan, untuk diesel sulit, ia memiliki jangkauan yang lebih luas daripada lemah dirasakan.

Mengurangi rahasia juga sulit untuk mencium. Dibandingkan lemah, untuk diesel. Ada kebutuhan untuk menempatkan diri dari awak tangki bensin sangat mudah terbakar. Hal ini dimungkinkan untuk mengurangi jarak ini. Keuntungannya adalah bahwa adalah mungkin untuk mengubah mesin diesel kecil dan turbin kinerja keringanan dari mesin. Ini adalah tangki macan tutul dari mesin pembakaran internal Jerman, bahan bakar solar dan bensin, dan bahan bakar yang kaya, tangki baru, dan lain-lain dapat menerima.

Mesin turbin, juga populer dalam beberapa terakhir tangki. Mesin ini, kelemahan lain, Anda dapat daripada bahan bakar normal di sana daripada mesin lain pada kecepatan rendah masih pada kecepatan rendah, menempatkan upaya yang lebih efektif. Perang Teluk, dengan mengurangi kecepatan mesin, bahan bakar metabolisme Abrams M1 di AS dan perangkat elektronik lainnya dengan perangkat inframerah menyimpan konsumsi bahan bakar yang lain


Senin, 12 Januari 2015

Teori dasar Listrik





TEORI DASAR LISTRIK



1. TAHANAN DARI PENGHANTAR LISTRIK
Semua bahan bagaimanapun murninya selalu mempunyai tahanan listrik, yang mana tahanan ini tergantung tahanan jenis ( ρ ) bahan itu sendiri.
Tahanan tersebut tergantung dari bahan; berbanding lurus dengan panjang dan berbanding terbalik dengan penampang penghantar tersebut.
Temperatur juga akan mempengaruhi besarnya tahanan. Baik atau buruknya tahanan suatu penghantar ditentukan oleh;

a. TAHANAN JENIS ( ρ = Rho )
ρ = adalah menunjukkan tahanan darin suatu penghantar panjang 1 meter, penampang 1 mm2 pada suhu 20 o C.
Satuan dari nilai ini adalah ohm milimeter kwadrat permeter ( ).
A= 1mm2 pada 20 o C
panjang (l)= 1 m

b. DAYA HANTAR ( = Kappa )
א = adalah bilangan yang menunjukkan panjang dalam meter dari sebuah penghantar yang penampangnya 1 mm2 dan tahanannya 1 Ω.
Nilai daya hantar adalah kebalikan dari tahanan jenis, yaitu =
Nilai daya hantar adalah bermacam-macam tergantung dari bahannya. Pada umumnya adalah kita menghitung dengan;

Contoh 1: Daya hantar tembaga adalah
Hitung tahanan jenis tembaga ?
Jawab : = → ρ = =

Catatan: Makin tinggi tahanan jenis serta makin panjang penghantarnya dan makin kecil penampangnya adalah = makin tinggi tahanan dari penghantarnya.
Tahanan jenis harganya 0,01786 atau
Hantaran jenis harganya 56 ( atau kebalikan dari tahanan jenis )

dimana;
R = Tahanan atau hambatan ( Ω )
= Tahanan jenis
= Daya hantar
l = Panjang ( m )
A = Luas ( mm2 ).

- Hambatan adalah gesekan atau rintangan yang diberikan suatu bahan terhadap suatu aliran arus.
– Hambatan itu antara lain ; lampu, kumparan, elemen panas, dsb.
– Ukuran semua jenis kawat telanjang biasanya diameternya ( Ф ) dalam mm.
– Ukuran penghantar jenis kawat berisolasi biasanya penampang dalam mm2.

Contoh 2 : Tahanan kawat Manganin pada suatu alat ukur dengan diameter 0,1 mm. Berapa panjang kawat tersebut jika R=100 Ω ?
Jawab : A = d2 . 0,785 = 0,12 . 0,785 = 0,00785 mm2
→ 100 . 2,3 . 0,00785 = 1,806 m.

Contoh 3 : Sebuah kumparan dari NYA 2,5 mm2, panjang 50 m .
Hitung tahanannya sebelum digulung ?
Jawab : atau

2. KERAPATAN ARUS ( S )
Yaitu beasarnya arus per mm2 luas penampang
Kerapatan arus ( ) =

Contoh 1 : Suatu arus sebesar 0,2 A mengalir melalui bola lampu.
Berapa kerapatan arus:
a) Pada penghantar jala-jala yang luas penampangnya 1,5 mm2
b) Pada filamel yang luas penampangnya 0,0004 mm2
Jawab : a) S =
b) S =

Catatan : – S dalam satuan A/mm2 untuk penghantar (kawat2), elemen2,
pemanas, belitan mesin listrik, kumparan relay, dsb.
– S dalam satuan A/cm2 untuk sikat2 arang.
– S dalam satuan A/dm2 untuk pelapisan (galvanis).

Kerapatan arus yang lebih tinggi berakibat kenaikan suhu yang lebih tinggi pula pada penghantar
Cara lain untuk menghindari kerusakan isolasi dan loncatan bunga api, kerapatan arus pada penghantar pada rangkaian, gulungan kawat suatu kumparan, transformator2 dan motor2 tidak boleh melebihi dari nilai maksimum yang telah ditentukan.

Kerapatan arus untuk kumparan2 dari tembaga, yang ditentukan adalah;
1. Transformator kecil s.d 500 VA 2,0 – 2,5 A/mm2.
2. Transformator2 s.d 2 kVA 2,0 – 2,8 A/mm2. *)
3. Transformator2 s.d 20 kVA 1,7 – 2,3 A/mm2. *)
*) Tergantung pada panas yang dilepaskan pada permukaan kumparan
(pendingin).
Sirip pendingin Sirkulasi Ventilasi

4. Motor < 1,5 KW 6 – 8 A/mm2 4 – 6 A/mm2
5. Motor < 15 KW 5 – 7 A/mm2 3 – 5 A/mm2
6. Motor2 colector yang kecil 5 A/mm2
7. Motor2 dengan pendingin yang kuat 10 A/mm2
8. PCB 26 A/mm2

Contoh 1: Konduktor berdiameter berapa harus dipilih untuk untuk menggulung transformator yang kecil jika arusnya adalah 4,5 A? S= 3 A/mm2
Jawab: A =

Contoh 2: Sebuah sikat karbon mempunyai penampang 16×2,5 mm dan diberi mujatan dengan arus 28 A. Hitunglah kerapatan maksimum yang diijinkan?
Jawab: A = 16 mm x 2,5 mm = 200 mm2 = 2 cm2
S =

Contoh 3: Kawat panas yang bulat ( ρ=1Ωmm2 /m ) panjang (l) = 5,31 m dan tebalnya (d)= 0,2 mm, dihubungkan dengan tegangan 220 V.
Hitung: a) Luas penampang (A)=
b) Tahanan ( R ) =

c) Arus ( I ) =
d) Kerapatan arus ( S ) =

3. RUGI TEGANGAN ( 8 )
Rugi tegangan adalah tegangan yang hilang pada jala-jala, pada saat arus mengalir.
Makin besar arus pada jala-jala dan makin besar tahanan pada jala-jala, makin besar pula rugi tegangan yang terjadi pada jala-jala.
Rugi tegangan menyebabkan rugi daya yang dirubah menjadi bentuk panas.
Perlu diingat bahwa V = I . R
R penghantar =
Jadi rugi tegangan itu dihitung; 2 ∆ v ( Va ) = I.Rpenghantar=
Dimana, Rpenghantar = Tahanan dari satu jala saja.
2 = Panjang dari dua penghantar.

Rugi tegangan yang kecil adalah dapat diterima. Rugi tegangan biasanya ditunjukkan dengan simbol 8 dari tegangan kerjanya.
Tanda untuk rugi tegangan di dalam 8 adalah ∆ v 8 (Va).

Rugi tegangan yang diijinkan adalah;
Va – Penggunaan jala / jaringan
0,5 8 – Dari jala-jala ke KWH meter
1,5 8 – Dari meter ke peralatan pemakai / lampu penerangan
3,0 8 – Dari meter ke motor-motor / rangkaian daya.
Contoh 1: Sebuah motor dc di suplai dengan kabel NYM 2×4 mm, sepanjang 28 m, arusnya adalah 23 A. Hitunglah:
Jawab: a) Rugi tegangan (V)

b) Rugi tegangan ( 8 )

c) Periksalah apakah rugi tegangan tersebut diizinkan?
Rugi tegangan 2,6 8 adalah diizinkan karena dibawah 3,0 8.

4. RUGI DAYA ( PV )
Ingat ; P = I2.R
Rpenghantar =
Rpenghantar adalah hanya satu penghantar
Disini rugi daya (Pv) untuk jala-jala listrik dihitung;

Contoh 1: Suatu arus 45 A mengalir melalui saluran udara yang terbuat dari aluminium dengan penampang 95 mm2 sepanjang 14 km. Tegangan nominal 6 kV. Hitunglah :
Jawab:
a) Rugi daya dalam Watt

b) Rugi daya dalam 8

Contoh 2 : Sebuah alat pemanas air dayanya 4 kW mempunyai 18,2 A. Jala-jala suplainya terbuat dari tembaga sepanjang 17 meter. Rugi daya tidak lebih dari 3 8. Hitunglah :
Jawab:
a) Rugi daya maksimum yang diperbolehkan ( Watt )

b) Penampang yang diperlukan ( mm2 )

Kita pilih penampang dari 1,7 mm2 menjadi 2,5 mm2
karena penampang 1,7 mm2 tidak ada, yang ada 2,5 mm2.
c) Rugi daya efektif ( Watt )

5. ARUS LISTRIK / LAJU ALIRAN ( AMPERE )
Arus listrik hanya akan ada dalam suatu rangkaian tertutup dan jika terdapat sumber yang mendorong elektron-elektron ke satu arah. Gerakan dari elektron ini dinamakan ALIRAN ARUS.

DEFINISI:
Jika sejumlah listrik 1 C ( satu coulomb) dipindahkan melalui sebuah penampang pada suatu tempat dalam suatu rangkaian dalam waktu 1s ( satu detik), maka besar arus itu kita sebut 1 A ( satu Ampere ).

Am (Amperemeter) adalah alat untuk mengukur laju aliran. Ameter ini dipasang SERI dengan beban. Aliran arus ini harus melewati alat itu. Tempatnya dapat dimana saja dalam rangkaian itu.

Menurut perjanjian ARAH ARUS (bukan arah aliran elektron) selalu diambil dari positif ke negatif.

Elektron mengalir dari negatif Arus mengalir dari positif
ke positif. ke negatif.

Berikut ini perlu diingat pula bahwa,
Hubungan antara laju arus ( I ), Jumlah muatan listrik ( Q ), dan Waktu ( t ), adalah;
I = Q = I . t → I dari perkataan “Intensity” atau laju arus dengan
satuan Ampere.

I diukur dalam Ampere ( simbol A )
Q diukur dalam Coulomb (simbol C )
t diukur dalam detik ( simbol s = second )

Jumlah muatan listrik yang bergerak pada 1A , 1 C dan 1 s , maka terdapat ;
1A = → atau 1C = 1A x 1s

Arus bolak-balik ( ABB atau disebut juga a.c.= alternating current) ditulis dengan tanda , yang artinya bahwa jika suatu arus dimana ggl ( gaya gerak listrik ) –nya menimbulkan arus yang berganti arah dengan teratur.
Arus listrik mempunyai sifat panas, kimiawi dan kemagnitan.
Arus searah ( Arus dc = directing current ) ditulis dengan = , yang artinya bahwa jika suatu arus yang selalu mengalir dalam suatu tujuan yang sama (searah saja).
Jika pada suatu peralatan tertulis dengan simbol , artinya peralatan bisa digunakan dengan dua tegangan ac maupun dc, ( sisi primer ac dan sisi sekundernya dc, atau sebaliknya. Hal ini biasa digunakan untuk pengukuran, kontrol, proteksi, rangkaian elektronik, dsb).

6. TEGANGAN LISTRIK ( VOLT )
Tegangan listrik diukur dengan alat ukur yang bernama Volt meter (Vm), jika tegangan listrik diukur dan tidak ada rangkaian luar lainnya, maka akan kita dapatkan GAYA GERAK LISTRIK ( GGL dengan simbol E) dari sumber listrik tersebut.
Satuan untuk mengukur tegangan listrik dan GGL adalah Volt ( simbol: V ).
Tegangan selalu diukur antara dua titik, yaitu positip dan negatip, atau dalam gambar biasanya ditulis plus ( + ) dan minus ( – ), atau bis juga dengan simbol L dengan N.
Alat ukur dipasang secara PARALEL ( beda dengan Ampere meter yang dipasang secara SERI).

Alat ukur Ampere meter Alat ukur Volt meter

Tegangan adalah : Suatu tegangan yang dibutuhkan untuk menolak satuan kuat arus melalui satuan tahanan.

E (V) = I (A) x R ( Ω ) → 1 V = 1 A x 1 Ω

7. HUKUM OHM
Satuan dari hambatan atau tahanan listrik adalah OHM ( simbol : Ω , diucapkan Omega)
 Untuk menunjukkan suatu hambatan / tahanan kita gunakan huruf R
 Untuk menunjukkan suatu arus kita gunakan huruf I
 Untuk menunjukkan suatu tegangan kita gunakan huruf E

Dimana hukum Ohm, adalah : E = I x R , atau dengan perkataan;
”Arus berbanding lurus dengan tegangan dan berbanding terbalik dengan hambatan/tahanan”.

E = I x R

8. DAYA LISTRIK ( W)
Daya ialah kerja yang dilakukan dalam 1 detik atau jumlah tenaga yang digunakan dalam 1 detik ( satuan waktu ), maka akan didapatkan DAYA atau penggunaan daya.
Besaran daya menggunakan simbol P
Satuan daya ialah Watt dengan simbol W
Dimana dalam rangkaian listrik, daya berbanding lurus dengan tegangan dan arus.

Rumus :

Contoh 1 :

Contoh ini agak sukar sedikit karena E dan I belum diketahui secara langsung, maka kita ubah dulu sebagai berikut:
E=I.R → menghasilkan dan
P=I.E → menghasilkan
Sekarang kita gabungkan kedua hasil itu :
→ yang menghasilkan E2 = R.P

E2 = 1.2 = 2 → maka E =

Hubungan antara E , I , R dan P , dapat dinyatakan dengan rumus :

a. E = I . R → atau dapat diubah menjadi dan
b. P = I . E → atau dapat diubah menjadi dan
c. Ada rumus ketiga yang di dapat dari penggabungan kedua rumus itu, yaitu:
E = I . R dan P = I . E
Dimana jika E-nya diganti dengan I.R , maka menghasilkan ;
P = I . E → atau P = I . I . R → karena E sendiri adalah I.R ,
Sehingga rumusnya menjadi,
P = I2 . R → sehingga dan

Catatan : Rumus-rumus diatas sangat penting untuk digunakan dalam segala macam perhitungan pada bidang listrik, karena rumus-rumus tersebut adalah dasar sebelum menghitung ke tingkat selanjutnya.

9. PENGUKUR DAYA / WATT METER
Watt meter digunakan untuk mengukur pemakaian daya dari suatu hambatan / beban.
Perlu diingat bahwa : → 1 Watt = 1 Ampere x 1 Volt

Gambar cara menyambung Vm dan Am.

Bila arus dalam suatu rangkaian diukur dengan Ammeter dan tegangan dengan Voltmeter, maka pemakaian daya dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut:

P = I x E

Harus selalu diingat bahwa, Ammeter dipasang SERI dengan rangkaian, sedangkan Voltmeter dipasang PARALEL / melintang terhadap hambatan.

Sesungguhnya Wattmeter itu adalah suatu perpaduan antara Voltmeter dengan Ammeter.

10. KERJA ATAU TENAGA ( JOULE = WS )
Kerja atau tenaga ialah perkalian antara daya dan waktu ( bandingkan dengan perihal DAYA LISTRIK ).

Contoh 1: Suatu bola lampu sebesar 100 Watt menyala selama 5 menit ( 300 detik ), maka tenaga yang digunakan , yaitu :
W = P x t
= 100 W x 300 detik = 30.000 Ws

DAYA ( dengan simbol P ) mempunyai satuan Watt ( dengan simbol W ).
Kerja atau tenaga dengan simbol W mempunyai satuan Joule yang simbolnya J, ( jangan sampai terbalik atau tertukar dengan Watt ).
Dimana,
1 J = 1 W x 1 s
( 1 Joule = 1 Watt kali 1 second )

Contoh 2: E=110V , I=0,5 A , t=60 s, W=….?
Jawab: P (daya) = E.I = 110 x 0,5 = 55 Watt
W (kerja) = P.t = 55 Watt x 60 second = 3300 J (Joule)

Contoh 3: E = 240 V ; R = 96 Ω ; t = 5 h ; W = …..?
Jawab:
P = I x E = 2,5 x 240 = 600 Watt.
W = P x t → t = 5 h = 18.000 detik
W = 600 W x 18.000 sekon = 108.105 Ws = 108.105 J
Jika ingin menyatakan kerja itu dalam satuan kWh ( dimana 1000
Wh = 1000 x 3600 Ws atau 1000×3600 J )
Maka menghitungnya menjadi;
W = P x t = 600 W x 5 h = 3000 Wh atau = 3 kWh.
( Catatan: k melambangkan kilo atau seribu ).

11. USAHA LISTRIK / HASIL KERJA LISTRIK ( WH )
Yaitu hasil kerja / tenaga dikalikan dengan waktu
→ A = Usaha listrik ( Jika Wh , t-nya adalah jam
Jika Ws . t-nya adalah sekon)
W = Daya listrik (Watt)
t = Waktu : → jika jam → A=Wh
jika detik → A= J atau Ws

Dari rumus , W=E.I , → maka A = E.I.t
Dari rumus , W=I2.R , → maka A = I2.R.t
Dari rumus , , → maka
Dari rumus, → Q = I.t maka A = E.Q → rumus ini dengan satuan J.
Dan A = E.I.t

Contoh 1 :
Sebuah motor listrik bekerja dengan daya 10 kW dalam waktu ½ jam.
Hitung usaha listrik yang dipakai oleh motor listriki itu (A) ?
Jawab : A=W.t = 10.000 W . ½ h = 5000 Wh = 5 kWh.

Contoh 2:
Sebuah lampu pijar dipasang pada tegangan 120 V dan memakai arus 0,5 A. Berapakah usaha listrik yang dipakai oleh lampu itu, jika menyala dari jam 15.30 sore s.d. 06.30 pagi ?
Jawab: A=E.I.t = 120 V x 0,5 A x 13 jam = 780 Wh = 0,78 kWh.

Contoh 3:
Sebuah dynamo memberikan arus pada jala-jala sebesar 10 A dengan tegangan 220 V.
Hitung: a) Daya yang dikeluarkan dynamo (W) ?
b) Usaha yang dikeluarkan dynamo selama 5 jam (A)?
c) Tahanan jala-jala (R)?
Jawab: a) W = E . I = 220 V. 10 A = 2200 Watt = 2,2 kW
b) A = W . t = 2,2 kW . 5 h = 11 kWh
c)
Contoh 4:
Suatu solder listrik mempunyai tahanan (R)= 60 Ohm dan tegangan 110 V.
Hitung dayanya (W)?
Jawab:
Contoh 5:
Unsur pemanas dari suatu ketel listrik dengan tegangan 220V. Harus diperbarui.
Hitung panjang kawat (l) yang diperlukan, jika daya ketel itu (W) 600 Watt dan yang dipakai kawat nickel chroom yang mempunyai garis tengah d=0,5 mm jika kawat nickel chroom ρ=1
Jawab:
A = 0,785.d2 = 0,785 . 0,52 = 0,19625 mm2

Contoh 6:
Sebuah gedung terdapat 10 buah lampu yang terdiri dari 4 lampu @ 60 W , 4 lampu @ 40 W dan 2 lampu @ 25 W. Jika tiap malam rata-rata menyala dari jam 17.30 s.d 06.30. Tegangan pada 120 V dan tarip per kWh = Rp. 500,-
Ditanya: a) Kuat arus I ?
b) Biaya penerangan selama 1 minggu?
Jawab:
Jumlah 10 lampu = ( 4×60)+(4×40)+(2×25) = 450 Watt
a)
b) Daya dalam 1 minggu = 7 x 450 = 3150 Watt = 3,15 Kwh
Biaya penerangan dalam 1 minggu = 3,15 x Rp.500 = Rp. 1.575,-

12. RENDEMENT / DERAJAT GUNA / EFFISIENSI ( η )
Perubahan daya/usaha listrik menjadi daya/usaha mekanik atau daya/usaha panas atau sebaliknya, selalu timbul kerugian-kerugian, sehingga baik pada motor-motor listrik, generator-generator atau ketel-ketel, daya/usaha yang dimasukkan selalu lebih besar dari daya/usaha yang dikeluarkan. Dalam hal ini bisa dikatakan bahwa rendement adalah daya/usaha yang dimanfaat atau daya yang dihasilkan tidak akan mencapai daya/usaha penuh 100%.
Kerugian-kerugian daya/usaha listrik ini antara lain disebabkan oleh sebagian daya/usaha listrik yang dimasukkan ke dalam motor listrik, misalnya melalui kumparan yang merupakan tahanan, sehingga daya/usaha ini harus mengatasi tahanan tersebut. Dan sebagian daya/usaha yang dirugikan ini berubah menjadi panas. Dan sebaliknya daya/usaha mekanik yang masuk ke genarator sebagian dari daya/usaha mekanik ini harus mengatasi tahanan-tahanan dari gesekkan antara poros dan bantalan, dimana daya/usaha ini juga berubah menjadi panas.
Perbandingan antara daya/usaha yang berguna dan daya/usaha yang masuk disebut Rendement (Derajat guna/Daya guna).

Contoh 1:
Suatu motor listrik untuk tegangan Ek=220V , dan menahan arus I=20A. Hitunglah daya yang berguna dalam satuan KW dan tk, jika η motor =0,9.
Jawab: Wt = Ek.I = 220 x 20 = 4400 Watt
Wn = η . Wt = 0,9 x 4400 = 3960 Watt = 3,96 kW
1KW = 1,36 tk → Pn = Wn x 1 KW = 3,96 x 1,35 tk = 5,3856 tk.

Contoh 2:
Sebuah generator dengan η=0,9 dijalankan oleh suatu mesin dengan daya 30 tk (Pt) dan tegangan klem (Ek)=220V. Hitung arus yang dikeluarkan generator?
Jawab: Pn = η x Pt = 0,9 x 30 = 27 tk
Wn = 1 tk x Pn = 736 Watt x 27 tk = 19872 Watt

Contoh 3:
Sebuah ketel listrik bekerja dengan daya (Wt)=850 Watt untuk mendidihkan air G=2 liter dan suhu (t1)= 10oC, η ketel=0,8 dg t2=100oC.
Hitung ongkos pemanasan jika tiap KWh=Rp.500,- dan waktu (t) yang dibutuhkan sampai air mendidih?
Jawab: Qn = G (t2-t1).kCal.
= 2 ( 100 o – 10o ) kCal = 180 kCal.

Contoh 4 :
Sebuah generator dihubungkan satu poros dengan motor diesel. Generator bekerja dengan tegangan klem 125 V dan mengeluarkan arus 4A. Rendement generator 0,8 dan rendement diesel 0,6.
Hitung banyaknya minyak yang digunakan kalau mesin itu bekerja selama 10 jam. Nilai bakar dari minyak 104 (tiap 1 kg menghasilkan 104 kCal.
Jawab:
Wn gen = Ek x I = 125 x 4 = 500 Watt

Pt gen = Wt gen x 0,00136 tk = 625 W x 0,00136 tk = 0,85 tk
Pn dis = Pt gen = 0,85 tk

At dis = Pt dis x t = 1,42 x 10 = 14,2 tk
Qt dis = 635 x 14,2 = 9017 kCal

13. HUBUNGAN ANTARA DAYA/USAHA LISTRIK DENGAN DAYA/USAHA PANAS.
Ahli ilmu alam Joule setelah melakukan percobaan menemukan, bahwa nilai dari ”Joule = 0,00024 kCalori”.
Nilai tersebut adalah menunjukkan beberapa persamaan dari nilai daya / usaha listrik dengan nilaia daya / usaha panas.
Dari 1J=0,00024 kCalori , dan rumus A=E.I.t , maka didapatkan rumus :
Q = 0,00024 . A atau

Rumus-rumus yang lain juga dapat dipergunakan, yaitu :
Q = 0,00024 . W . t atau A = W . t
Q = 0,00024 . I2 . R . t atau A = I2 . R . t
atau
dimana, Q = jumlah panas ( kCalori )
t = waktu ( detik ).

Contoh 1 :
Berapakah panas yang ditimbulkan oleh suatu tungku sinar listrik dalam waktu 2 jam, jika tegangan 220 V dan arus sebesar 5 A.
Jawab:
Q = 0,00024 . E . I . t
= 0,00024 . 220 . 5 . 7200
= 1900000 Calori = 1900 kCalori.

14. HUBUNGAN ANTARA DAYA/USAHA LISTRIK DENGAN DAYA/USAHA MEKANIK.
Bunyi hukum SARA daya usaha : ” Daya usaha atau tenaga tidak dapat ditiadakan dan tidaklah terjadi dari ketidak-adaan”.
Dari hukum diatas mempunyai arti bahwa, jumlah energi atau tenaga dalam alam kita ini adalah tetap. Jadi jika ada sejumlah tenaga hilang dari bentuk yang satu, maka selalu timbul sejumlah tenaga dalambentuk yang lain yang sama banyaknya. Setelah melalui percobaan dan penyelidikan, maka dapat diketahui persamaan-persamaan harga daya/usaha listrik dengan daya/usaha mekanik.

DAYA
LISTRIK MEKANIK PANAS
KW W tk Kgm/detik kCal/detik Calori/detik
1 1000 1,36 102 0,24 240
0,001 1 0,00136 0,102 0,0024 0,24
0,736 736 75 76 0,1755 175,5
1/102 9,81 1 1 0,00233 2,33
4,180 4180 427 427 1 1000
0,00418 4,18 0,427 0,427 0,001 1

USAHA
LISTRIK MEKANIK PANAS
KWh Wh Joule TKh Kgm K.Calori Calori
1 1000 36.10
1,36 367200 864 864.10

0,001 1 36.10
0,00136 367,2 0,864 864
1/36.10
1/36.10
1 1/9,81 0,102 0,00024 0,24
0,736 736 265.10
1 27.10
635 635.10

1/367200 1/367,2 9,81 1/270000 1 0,00233 2,33
1/864 1/0,864 4180 1/635 427 1 1000
1/864.10
1/864 4,28 1/635.10
0,427 0,001 1
15. RUMUS DAYA

1 FASA 3 FASA SATUAN
BEBAN SEIMBANG BEBAN TAK SEIMBANG
P = U.I.Cosφ

DAYA NYATA (REAL/AKTIF) P 3 Φ = 3.Uf.If.Cosφ

Atau

P3 Φ = √3.U .I .Cosφ
P3 Φ = Pf + Pf + Pf , atau

P3 Φ = Uf . If . Cosφf +
Uf . If . Cosφf +
Uf . If . Cosφf

Dihitung per fasa
WATT
Q = U.I.Sinφ

DAYA BUTA ( REAKTIF )

Q 3 Φ = 3.Uf.If.Sinφ

Atau

Q3 Φ = √3.U .I .Sinφ
Q 3 Φ = Pf + Pf + Pf , atau

Q 3 Φ = Uf . If . Sinφf +
Uf . If . Sinφf +
Uf . If . Sinφf

Dihitung per fasa
VAR
S = U.I.

DAYA SEMU

S 3 Φ = 3.Uf.If

Atau

S3 Φ = √3.U .I

VA

HUKUM OHM TETAP BERLAKU

16. DERAJAT LISTRIK
Pada mesin empat kutub , bahwa setiap kali putaran mesin, tegangan induksi yang ditimbulkan sudah menyelesaikan dua siklus penuh, atau dengan kata lain satu siklus adalah 360o, sehingga mesin itu mekaniknya berputar 2x360o=720o. Perputaran listrik itu secara umum dapat dituliskan ;
→ dimana : Ө e = sudut listrik
Ө m = sudut mekanik
P = jumlah kutub ( jika p artinya
pasang kutub )

TERBANGKITNYA ARUS BOLAK-BALIK / ARUS TUKAR

17. GENERATOR ABB
Bedanya dengan arus searah yang mana besar dan arahnya tetap atau searah saja, sedangkan Arus Bolak-Balik (ABB) dimana setiap saat besarnya tidak tetap, dan pada saat tertentu pula arahnya akan berubah. ABB dibangkitkan oleh sumber generator.
Dalam generator ABB, biasanya mempunyai kumparan yang tetap dan yang berputar adalah kutub-kutubnya (generator dengan kutub dalam).
Keuntungan konstruksi macam ini ialah, bahwa untuk pengambilan arus yang dibangkitkan dalam kumparan tidak diperlukan cincin seret/slipring dan burstel-burstel sebagai hantaran luar dapat dihubungkan padanya melalui klem-klem. Hal ini sangat penting artinya bagi generator-generator tegangan tinggi atau arus kuat.
Bagian-bagian generator;
1. Rumah generator (body)
2. Lilitanstator dan inti stator
3. Lilitan jangkar rotor , inti rotor dan kutub
4. Cincin seret / slipring
5. Poros
6. Sikat arang
7. Terminal
8. Bantalan
9. Pendingin / kipas
10. Tutup
11. dll
kutub-kutub dari jangkar kutub diperkuat dengan dinamo arus searah yang dipasang satu poros dengan generator ABB.
Jika jantera kutub berputar satu putaran, maka akan terjadi suatu perubahan aliran daya magnetis yang serupa dengan apabila suatu lilitan diputar sekali sekeliling kutub-kutub.

Gambar : A
Perhatikan gambar diatas ;
Sikap a :
Arus daya magnetis tegak lurus terhadap bidang lilitan, sehingga jumlah garis-garis gaya yang terkurung dalam belitan adalah paling besar (maksimal) dan ggl yang dibangkitkan adalah Nol.

Sikap b :
Arus daya magnetis sejajar dengan bidang lilitan sehingga jumlah garis-garis gaya yang terkurung di dalamnya Nol dan ggl yang dibangkitkan dalam lilitan adalah maksimum.
Arah ggl dapat ditentukan dengan kaidah tangan kanan. Perlu di ingat bahwa dalam hal ini yang berputar/bergerak adalah kutub-kutubnya.
Kita umpamakan kutub-kutubnya yang diam dan lilitannya yang berputar dengan arah berlawanan dengan berputarnya kutub-kutub.
Pada sikap ini ggl yang dibangkitkan pada sisi lilitan yang berhadapan dengan kutub Utara meninggalkan kita, dan yang berhadapan dengan kutub Selatan menuju pada kita.

Sikap c :
Jumlah garis-garis gaya yang terkurung dalam lilitan maksimal dan ggl yang dibangkitkan dalam lilitan Nol.

Sikap d :
Jumlah garis-garis gaya yang terkurung dalam lilitan Nol dan ggl yang dibangkitkan maksimal, tetapi arahnya berbalikan dengan sikap b, sebab sisi lilitan bagian atas pada sikap d berhadapan dengan kutub Utara.

Sikap e :
Jumlah garis-garis gaya yang terkurung dalam lilitan kembali maksimal sehingga ggl yang dibangkitkan dalam lilitan adalah Nol.

Perubahan besarnya ggl dan juga besarnya aliran selama jangka kutub berputar satu kali putaran, digambarkan dengan suatu garis-garis lengkung seperti gambar diatas. Garis ini , yang berbentuk garis lengkung sinus dapat dilukiskan seperti gambar dibawah.

Gambar : B

Mula-mula kita gambarkan sebuah lingkaran dengan jari-jari yang panjangnya diumpamakan sebagai ggl maksimum. Jari-jari atau ”Vektor” ini dimisalkan berputar satu kali dan arah yang bertentangan dengan arah perputaran jarum jam dan pada sekeliling lingkaran itu terletak sisi lilitan.
Jika vektor berada pada jam 0, maka lilitan berada pada sikap a dan ggl yang terbangkit adalah Nol.
Setelah ¼ perputaran, vektor berada pada jam 3 dan ggl telah mencapai harga maksimumnya . dan setelah ¼ perputaran lagi, vektor berada pada sikap pada jam b, maka ggl yang terbangkit telah turun hingga mencapai harga Nol lagi. Garis-garis tegak lurus dan memperhubungkan titik ujung vektor dengan garis menyatakan arah dan besarnya ggl yang terbangkit.
Dengan cara serupa itu dapat diketahui besar dan arahnya dari sikap-sikap vektor setiap saat.
Jika waktu selama terjadinya suatu perubahan tekanan yang sempurna kita bagi 12 bagian yang sama, maka kejadian-kejadian itu semua dapat dilukiskan seperti terlihat pada gambar B.

SIFAT-SIFAT ARUS BOLAK-BALIK ( ABB )
1. ABB tidak dapat dipakai untuk pekerjaan kimia
2. ABB tidak dapat dipakai untuk pekerjaan suhu
3. ABB dapat dipakai untuk pekerjaan kemagnitan.

KEUNTUNGAN ABB
Tegangan dari generator dapat dibuat tinggi sampai 10 s.d 15 KV. Untuk pengiriman tenaga listrik, tegangan generator tersebut dapat dinaikkan lagi dengan pertolongan transformator sampai 150 kV bahkan sampai pula 500 kV. Setelah sampai tujuan yang diinginkan, tegangan yang tinggi itu diturunkan lagi dengan pertolongan transformator juga sesuai tegangan yang dikendaki.
Dengan demikian kerugian tegangan yang besar pada hantaran pengirim dapat dihindari.
Dari pertolongan transformator tersebut, dimana tegangan bisa diatur naik atau turun, maka dalam hal ini transformator yang digunakan adalah transformator step-up atau step-down.

18. NILAI EFEKTIF DARI KUAT ALIRAN DAN TEKANAN

Apabila melalui suatu pesawat pemanas gbr.a) mengalir suatu aliran tukar yang mempunyai nilai maksimum 30 A, maka nilai aliran tukar akan berubah diantara 0-30 A. Dan gambar b) , memperlihatkan jalannya aliran tukar ini selama ½ kala. Alat pengukur Ammeter ternyata hanya menunjuk suatu harga aliran sebesar 21 A, dan ini dinamakan ”Kuat Aliran Efektif” atau ”Nilai Guna” dari aliran tukar.
Sehingga nilai efektif dari aliran tukar itu adalah kira-kira 0,7 atau 1/√2 kali besarnya kuat aliran maksimum, atau dapat dituliskan rumus :

Dan dari itu
Hal serupa juga berlaku pada tekanan aliran, dan ternyatalah bahwa ;

Nilai tekanan efektif sudah diketahui secara umum, tetapi harus diperhatikan juga besarnya nilai tekanan maximum, lebih-lebih pada tekanan-tekanan yang tinggi karena akan berhubungan dengan penentuan besarnya penahan/tahanan-tahanan isolasi suatu penghantar.
Jika tidak ada petunjuk-petunjuk lain, maka besarnya harga-harga untuk tekanan dan aliran tukar selalu kita tafsirkan sebagai nilai efektif.
Dari percobaan-percobaan diatas ternyata bahwa selama jangka waktu perjalanan yang sama, besarnya kuat arus efektif dari aliran tukar sebesar 21 A itu menimbulkan suatu kalor (panas) yang sama banyaknya dengan kuat aliran rata dari 21 Ampere juga.
Untuk menentukan banyaknya panas yang terjadi dari aliran tukar , berlaku pula Hukum Joule, yaitu dengan rumus :

19. LINGKARAN ALIRAN TUKAR DENGAN MUATAN BEBAS INDUKSI
Apabila aliran listrik dalam aliran rata diputuskan dengan tiba-tiba, maka perubahan aliran yang mengalir akan besar dan terbangkitlah suatu ggl induksi sendiri, yang kadang-kadang sangat besar, sehingga percikan-percikan bunga api listrik.
Di dalam suatu lingkaran aliran tukar akan selalu terbangkit ggl induksi sendiri secara terus menerus, disebabkan oleh karena aliran tukar itu selalu berubah kuatnya.
Jika pada lingkaran aliran tukar yang semata-mata hanya terdapat lampu-lampu pijar, pesawat-pesawat pemanas , dsbnya, yang hanya mempunyai penahan-penahan ohm saja, maka pada waktu aliran tukar dialirkan dengan semisal frekuensi 50 Hz, maka tidak akan terbangkit suatu ggl / DEM yang nyata.
Pesawat-pesawat yang dihubungkan pada suatu tekanan bolak-balik dan di dalamnya tidak terdapat adanya gejala-gejala induksi sendiri yang nyata, maka pesawat-pesawat itu dinamakan ”Pesawat Yang Bebas Induksi”.

Besarnya kuat arus dalam setiap saat dapat dihitung dengan jalan membagi besar tekanan pada setiap saat dengan tahanan. Dan ini ternyata bahwa kuat aliranpun berubah menurut garis lengkung, yang sesuai dengan garis lengkung tekanan.
Jadi,kuat aliran itu, juga selalu berubah menurut garis sinus, yaitu dari harga Nol sampai :

dan, dengan melihat Hukum Ohm, maka :

20. INDUKSI SENDIRI DAN PERKISARAN FASA
Jika dalam suatu lingkaran kumparan dialirkan aliran tukar gambar 20.a, maka aliran yang terdapat pada lilitan-lilitan akan selalu berubah arahnya, sehingga aliran daya magnetis yang terbangkit di dalam kumparan itu juga akan selalu berubah kuat dan arahnya.
Aliran daya magnetis yang berubah-ubah ini akan mengakibat ggl/DEM induksi sendiri di dalam kumparan yang mana juga dapat bertambah atau berkurangnya kuat aliran.

Didalam suatu lingkaran aliran tukar gejala induksi itu selalu timbul, oleh karenanya kuat aliran akan mencapai nilai-nilai maksimalnya dan selain dari itu akan mengikuti (mengiring) jalannya tekanan seperti terlukis pada gambar 20.b. dimana garis lengkung aliran bergeser kekanan terhadap lengkung tekanan.
Hal serupa itu dikatakan bahwa , ”Aliran berkisar dalam fasa terhadap tekanan”.
Pesawat-pesawat yang dimana timbul gejala-gejala induksi sendiri dinamakan : ” Pesawat Induktif”.
Pada suatu muatan induktif, aliran dan tekanan selalu berkisar dalam fasa, yang mana aliran mengiring/mengikutu tekanan. Perkisaran fasa itu akan menjadi besar, apabila induksi sendiri bertambah besar. Besarnya perkisaran itu umumnya dinyatakan dengan huruf yunani φ ( phi ) dan diukur dengan derajat listrik.
Dalam gambar 20.b. garis lengkung tekanan dan garis lengkung aliran dilukiskan sedemikian rupa, sehingga perkisaran fasa φ adalah 1/12 x 360o = 30 o listrik.
Jika kumparan dari contoh diatas itu dilengkapi dengan suatu teras baja lunak yang tertutup ( gambar 20.c.), maka induksi sendiri akan menjadi sangat besar. Perkisaran fasa yang terjadi dapat kita anggap sedemikian besarnya, sehingga tekanannya menjadi nilai maksimal pada saat harga aliran sama dengan Nol dan mulai mengalir kearah yang bersamaan dengan arah tekanan itu (gambar 20.d).
Setelah ¼ kala, tekanan itu mencapai harga Nol dan aliran mencapai harga maksimalnya. Dalam hal serupa ini dikatakan bahwa perkisaran fasa φ = 90o.
Didalam prakteknya hanyalah mungkin tercapai suatu perkisaran fasa yang sangat mendekati nilai itu, untuk mencapai 90o tepat sangatlah tidak mungkin.

Dalam hal yang demikian ini besarnya tahanan ohm haruslah sedemikian kecilnya, sehingga bolehlah diabaikan saja. Hal serupa ini dinamakan suatu muatan induktif yang sempurna , jadi ;
”Pada suatu muatan induktif yang sempurna, aliran mengiring/mengikuti pada 90o”.

21. HARGA RATA-RATA

Harga rata-rata untuk tegangan ac ditulis Erata-rata dan untuk arusnya Irata-rata .
Harga rata-rata untuk garis lengkung berbentuk sinus dicari selama ½ periode. Sebab kalau dicari dalam 1 periode harga rata-ratanya = 0 (luas bidang bagian positip atau yang diarsir tegak sama dengan luas bidang bagian negatip yang diarsir mendatar.
Yang diartikan harga rata-rata seperti gambar diatas ialah tinggi bidang berbentuk segi empat, yang luasnya sama dengan luas bidang yang dibatasi garis lengkung bentuk sinus selama ½ periode, dan menurut perhitungan Ilmu Pasti bahwa harga harga itu dapat dihitung dengan rumus:
a. Untuk tegangan : → E rata-rata =
b. Untuk arus : → I rata-rata =
Contoh 1 :
Tegangan bolak-balik bentuk sinus mempunyai harga maksimum 140 Volt. Berapa harga rata-rata dan harga efektifnya?
Jawab: a. E rata-rata =
b. E efektif =

22. HARGA DARI FAKTOR PUNCAK ( ft )
Faktor puncak ialah faktor bagi dengan maksimum harga efektif, sehingga rumusnya;

23. HARGA DARI FAKTOR BENTUK ( fb )
Faktor bentuk ialah hasil bagi dari harga efektif dengan harga rata-rata, sehingga rumusnya :

Contoh 1: Pada saat 1/6 periode harga tegangan = 80 V. Berapa harga rata-rata dan harga efektifnya?
Jawab : e = 80 V selama 1/6T

e = Em.Sin →

Catatan :
1. Faktor bentuk sangat penting untuk menentukan konstuksi kutub magnit supaya dapat membangkitkan ggl bentuk sinus.
2. Untuk penulisan harga efektif pada index ef tidak perlu ditulis, karena harga listrik yang dipakai konsumen adalah menunjukkan harga efektifnya. Cukup ditulis untuk tegangan E dan untuk arus I saja.
3. Kalau besaran bentuk sinus diukur dengan pesawat ukur dan harga yang ditunjukkan oleh pesawat ukur itu ialah menunjukkan harga efektifnya. `

24. HARGA-HARGA PADA ARUS BOLAK-BALIK 1 FASA
A. Harga sesaat : yaitu harga pada saat tertentu pada gelombang sinusoida
( saat t1 → e1 , t2 → e2 , t3 → e3 , ….dstnya)

Karena a = ω.t , → maka harga sesaat arus, adalah i = Imax.Sin ω.t

B. Harga Maksimum : yaitu harga paling tinggi pada gelombang sinusoida.
C. Harga Efektif : yaitu harga yang ditunjukkan oleh alat ukur bolak- balik,

D. Harga Rata-rata : yaitu harga rata-rata Arus Bolak-Balik pada setengah
sinusoida ,

E.Harga faktor bentuk =

Jadi, faktor bentuk = 1,1
dan, untuk faktor konstantanya = 4,4.

25. KALA DAN FREKUENSI
Jika jangkar kutub berputar satu kali putaran, gaya gerak listrik (ggl) dan arus yang dinduksikan di dalam kumparan stator berubah dari Nol menjadi maksimum positip menjadi Nol maksimum negatip dan kembali ke Nol ( untuk 2 kutub). Waktu terjadinya perubahan penuh dari ggl dan arus ini disebut ”KALA”. Satu kala bila dibagi menjadi 360 bagian yang sama, masing-masing bagian disebut ”SATU DERAJAT LISTRIK” ( 1o LISTRIK).
Jadi, 1 KALA = 360 DERAJAT LISTRIK
( 1 KALA = PERIODE CYCLE ).
Jika pada 1 detik jangkar kutub berputar 1x putaran, maka waktu terjadinya 1 Kala adalah 1 detik.
Jika jangkar kutub itu berputar 2x putaran, maka waktu terjadinya 1 Kala adalah ½ detik dan dalam 1 detik terjadi 2 Kala.
Dan apabila jangkar kutub berputar 25x lebih cepat, maka waktu terjadinya 1 Kala adalah 1/25 detik, atau dalam 1 detik terjadi 25 Kala.
Banyaknya Kala yang terjadi dalam 1 detik disebut ”FREKUENSI” aliran tukar.
Dan sudut yang dijalani oleh putaran jangkar kutub pada setiap detik dinamakan ”KECEPATAN SUDUT”, yang dinyatakan dengan ω (OMEGA).
Kecepatan sudut ini (ω) biasanya tidak dinyatakan dalam derajat listrik tetapi dalam ”RADIAL-RADIAL”.
RADIAL adalah suatu sudut yang besarnya bersamaan dengan jari-jari r, oleh karena keliling lingkaran adalah sama dengan 2. .r. Jadi suatu sudut dari 360o listrik ( 1Kala ) adalah = 2. radial listrik.
Untuk suatu frekuensi (f), besarnya kecepatan sudut listrik atau apa yang dinamakan ”FREKUENSI LINGKARAN” , menjadi :
ω = 2. . f → RUMUS.
Atau nilai ω = 2. . f = 2 x 3,14 x 50 = 314.
Karena frekuensi yang digunakan di Indonesia adalah 50 Hz.

26. PENGERTIAN FREKUENSI
f = f Hz , artinya dalam 1 detik menghasilkan f gelombang, atau 1 gelombang membtutuhkan 1/f detik.
f = 50 Hz , artinya dalam 1 detik menghasilkan 50 gelombang, atau 1 gelombang membutuhkan waktu 1/50 detik.
Padahal 1 gelombang waktunya = T detik. Jadi ;
Dari rumus diatas, dan rumus → karena ,
Sehingga rumusnya menjadi ; → Jadi nilai ω = 2 x 3,14 x 50
= 314
Jika frekuensi yang berlaku adalah 50 Hz, yang mana besaran frekuensi 50 Hz adalah frekuensi di Indonesia.

Definisi Frekuensi
Ialah jumlah perubahan arah arus perdetik, atau jumlah sinusoida perdetik.
f = 50 Hz , artinya 1 detik terjadi 50 x perubahan arus , atau
1 detik sebanyak 50 gelombang sinusoida.

Dari persamaan derajat listrik diketahui bahwa untuk setiap satu siklus tegangan yang dihasilkan mesin menyelesaikan kali putaran. Karena itu frekuensi gelombang tegangan adalah
dimana, Ө e = sudut listrik
Ө m = sudut mekanik
P = jumlah kutub ( jika p artinya pasang kutub )
n = rotasi permenit ( rpm )
= rotasi perdetik ( rps )
Kecepatan sinkron untuk mesin arus bolak-balik lazimnya dinyatakan dengan ;

Jadi, misalnya untuk generator sinkron yang bekerja dengan frekuensi 50 c/s dan mempunyai jumlah kutub ( p=2 ), kecepatan berputar mesin tersebut adalah ;

Catatan : 50 c/s ( cycle/second = 50 Hz = 50 putaran/detik).

Jadi, 1 putaran = 1 pasang kutub = 1 periode = 1 detik = 1 frekuensi

Rumus :
1 periode dalam waktu 1 detik , maka frekuensinya = 1 Hz
1 periode dalam waktu ½ detik , maka frekuensinya = 2 Hz
1 periode dalam waktu 2 detik , maka frekuensinya = ½ Hz
1 periode dalam waktu 1 menit , maka frekuensinya = 1/60 Hz
1 periode dalam waktu 50 detik , maka frekuensinya = 1/50 Hz

Sehingga ;
→ → → dimana karena

Putaran dalam 1 menit = 60 detik.

atau, → ingat p huruf kecil, artinya untuk pasang kutub.
→ ingat P huruf besar, artinya untuk jumlah kutub.
(dimana perbedaannya pada Pasang dan Jumlah).

Jadi, → untuk pasang kutub karena ;
→ untuk jumlah kutub P=1/2 p , dan
→ untuk pasang kutub p = 2 P
→ untuk jumlah kutub

Dari rumus XL pada arus tukar, yaitu , dimana L=1 Henry , maka

→ maka

Sehingga, bila → f = 50 Hz , maka XL = 314 Ω
f = 25 Hz , maka XL = 150 Ω
f = 10 Hz , maka XL = 62,8 Ω
f = 5 Hz , maka XL = 30 Ω
f = 0 Hz , maka XL = 0 Ω

Kesimpulan ; f makin tinggi , maka XL makin besar

Dari rumus XC pada arus tukar, yaitu , jika C = 10 µF , maka

Sehingga, bila → f = 50 Hz , maka XC = 318 Ω
f = 25 Hz , maka XC = 636,6 Ω
f = 10 Hz , maka XC = 1591 Ω
f = 5 Hz , maka XC = 3183 Ω
f = 0 Hz , maka XC = 1 M Ω

Kesimpulan ; f makin tinggi , maka XC makin kecil
f makin kecil , maka XC makin besar

menggulung dinamo

menggulung dinamo


saya coba untuk menjelaskan secara sederhanabagaimana cara gulung ulang motoran 3 phase kecepatan 1.500 rpm, 36 hole.

Cara membuat isolator, dan membuat cetakan gulungan dapat dilihat dihalaman lain pada Blog ini,silakan dicari sendiri, pada males semua…he…he..he…
1. Buat gulungan tiga rangkap sebanyak 6 buah seperti gambar dibawah ini, satu rangkap dapat mengisi 6 hole/lobang, jadi 6x6= 36 hole.Ukuran kawat dan jumlah lilitan sesuaikan dengan aslinya, dapat dihitung sebelum memulai membuat gulungan, dan ukur menggunakan micrometer.


2. Pasang secara berhadapan seperti gambar dibawah ini, jangan sampai terbalik. Setelah selesai semuanya di pasang akan terdapat 12 ujung kawat.


- Sambung ujung luar A dengan Ujung luar D
- Sambung ujung luar B dengan Ujung luar E
- Sambung ujung luar C dengan Ujung luar F


Setelah dilakukan penyambungan seperti keterangan di atas akan tersisa 6 ujung kawat, untuk selanjutnya gabungkan ujung B,D,dan F, sehingga tersisa 3 ujung kawat, ujung kawat yang tersisa tersebutlah yang dijadikan sebagai api masuk, (tegangan 380V-400V)
Setiap sambungan di solder dengan baik dan tutup dengan selonsong, dan diikat dengan rapi.

Kamis, 08 Januari 2015

teknology blue core yamaha


teknology blue core yamaha

Yamaha memiliki teknologi terbaru untuk menekan angka konsumsi bahan bakar. Teknologi itu diberi nama 'Blue Core'. Teknologi si 'Inti Biru' milik Yamaha itu mampu menekan efisiensi bahan bakar hingga 50 persen. Sebab, banyak fitur yang ditambahkan pada mesin 'Inti Biru' itu.







Menurut Staff Service Education PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM), Ridwan Arifin, teknologi Inti Biru ini menjadi teknologi Yamaha terbaru. Rencananya, semua varian skuter matik (skutik) Yamaha akan menerapkan teknologi terbaru itu.




"Sampai saat ini (yang memakai Blue Core) di Vietnam, Thailand, Indonesia. Next semua akan menggunakan Blue Core hanya untuk skutik," ujar Ridwan di Sentul, Bogor, Jawa Barat.




Ridwan mengatakan, blue core ini memiliki nilai ekonomis dan lebih irit. Sebab, Yamaha telah menambahkan beberapa sistem yang membuat motor lebih irit bahan bakar.




"Blue Core (merupakan) next generation-nya Yamaha. Performance-nya lebih ekonomis. Seperti jaminan, bahwa Blue Core akan lebih baik," kata Ridwan.




Menurut Ridwan, Blue Core menerapkan mesin 4-tak berkapasitas 125cc yang membawa sistem pendingin udara baru, fuel injected dengan transmisi CVT.




Dengan adanya Blue Core, motor Yamaha lebih bagus pembakarannya, bisa mengurangi mechanical loss, memperbaiki efisiensi berkendara dan memperbaiki performa pendinginan. Karena itulah Yamaha pun berani memberikan jaminan selama lima tahun atau 50.000 kilometer. Seperti apa jelasnya?





1. Improve Combustion efficiency


Untuk memberikan keiritan bahan bakar, Yamaha meningkatkan efisiensi pembakaran. Dengan begitu, pembakaran yang diberikan mesin akan maksimal. Tenaga yang dihasilkan pun tetap besar.




Di Blue Core, Yamaha menambahkan optimized valve timing and shaped dan Compact hemispherical combustion chamber.


Dengan penambahan itu, mesin akan menghasilkan efek "tumble". Pembakaran yang dihasilkan pun akan maksimal.


2. Reduce Mechanical Loss


Yamaha telah menambahkan off-set cylinder ke dalam mesin Blue Core.


Dengan begitu, gesekan pada dinding silinder yang menyebabkan noise dan getaran akan berkurang. Selain itu, tenaga mesin juga akan lebih maksimal.


Jadi, tidak ada bahan bakar yang terbuang sia-sia akibat daya mekanik yang tidak sempurna.






3. Improve Drive-Force Efficiency


Gaya penggerak (Drive-Force) pada mesin Blue Core lebih ditingkatkan lagi. Yamaha menambahkan New CVT Setting dengan mengakomodasi mesin 125 cc.


Selain itu, agar memaksimalkan akselerasi, setting gear ratio pun disesuakan. Dengan begitu, motor Yamaha yang mengusung teknologi Blue Core akan semakin ngebut.






4. Improve Cooling Efficiency.


Suhu mesin juga menjadi pengaruh terhadap tenaga yang dihasilkan. Menurut Asisten General Manager Marketing PT YIMM Mohammad Masykur, jika mesin semakin panas, tenaga yang dihasilkan akan semakin loyo.




"Ibaratnya orang lari dan berkeringat (panas), otomatis tenaganya jadi lebih lemah," kata Masykur.




Untuk mengatasi hal itu, Yamaha menambahkan sistem pendingin baru. DiASil Cylinder dan Forged Piston pun ditambahkan. DiASil Cylinder memiliki keunggulan untuk melepas panas yang baik. Konturnya pun ringan dan kuat, tidak mudah berubah bentuk. Sementara Forged Piston yang diusung di mesin Blue Core dibuat lebih ringan.




Selain itu, Oil Jet Piston Cooler juga menjadi bagian dari sistem pendinginan mesin. Oil Jet Piston Cooler akan menyemprot oli ke permukaan bawah piston. Alhasil, pendinginan akan lebih sempurna.